IKLAN ROKOK MENGAKIBATKAN TINGGINYA PENGELUARAN JAMINAN KESEHATAN

Gambar ilustrasi-admin

Satu batang rokok akan memperpendek usia sekitar lima setengah menit terhadap para perokok, merupakan hasil dari penelitian United States Public Health Service. Tingkat kematian orang yang merokok 10 sampai dengan 19 batang per hari 70% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Masalah kesehatan seperti kanker sudah menjadi ancaman akibat asap rokok terhadap generasi muda saat ini. Namun masih terjadi peningkatan jumlah perokok di bawah 19 tahun. Generasi muda menjadi pecandu rokok, menghabiskan uang yang seharusnya dapat ditabung, membeli makanan bergizi, akses kesehatan dan pendidikan, justru dibakar untuk mencari penyakit dari asap rokok. Kemudian jika sudah terpapar penyakit akibat asap rokok tersebut, Pemerintah mengeluarkan sejumlah pengeluaran lebih untuk jaminan kesehatannya.

Pemerintah perlu menetapkan kebijakan pengendalian tembakau yang lebih tegas jika tidak ingin tingginya pengeluaran anggaran jaminan kesehatan oleh penyakit-penyakit terkait merokok. Maka dari itu perlunya upaya promotif dan preventif, karena akan menjadi suatu kepercumaan jika tarif cukai dan harga rokok meningkat akan tetapu iklan rokok masih bebas.

Terdapat tiga langkah yang bisa dilakukan Pemerintah dalam upaya pengendalian dampak negatif rokok bagi kesehatan, yaitu aksesi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC), pelarangan iklan rokok, dan penaikan cukai dan harga rokok.

Setiap hari kita melihat perusahaan rokok memberikan citra positif terhadap perokok, dengan cara menampilkan suatu kegiatan sosial, kegiatan yang menantang dan kegiatan lainnya yang menggambarkan bahwa hebatnya seorang perokok. Iklan rokok masih beredar di warung kaki lima hingga televisi. Gencarnya perusahaan rokok untuk melakukan iklan, tidak hanya memberikan sponsor kegiatan lokal, namun juga memberikan sponsor secara nasional tidak diragukan lagi.

Nyatanya berbagai penelitian rokok tidak satupun menghasilkan bahwa seorang perokok menjadi orang yang hebat, bahkan kebanyakan hasilnya mengatakan bahwa perokok aktif dan perokok pasif mempunyai risiko penyakit 5 kali lebih berat dibandingkan orang yang tidak terpapar asap rokok.

DAFTAR PUSTAKA

Hakam, F., & KM, S. Realita Kebijakan Pengendalian Rokok Di Indonesia:“Komitmen Pemerintah Dan Kepedulian Masyarakat”.

TC Program LPAI merupakan salah satu program kerja LPAI dalam bidang Perlindungan Hak Kesehatan Anak. Saat ini, rokok mulai dikonsumsi oleh anak dan remaja khususnya di bawah usia 18 tahun, LPAI merasa perlunya aksi nyata dalam berkontribusi mengkampanyekan dan mengadvokasi pelarangan iklan, promosi, dan sponsor rokok. Melalui program ini, diharapkan LPAI dapat bergerak bersama seluruh elemen masyarakat dalam melindungi anak-anak dari paparan iklan rokok sehingga proses tumbuh kembangnya optimal. Ayo lindungi dan sayangi anak serta orang di sekeliling kita dengan berhenti merokok. Ciptakan generasi sehat dan cerdas menuju Indonesia Kuat!

Penulis : Rita

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.