Lindungi Anak Dari Iklan Rokok, LPAI Upayakan Pelarangan IklanRokok di Media Internet.

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) berharap pemerintah membuat payung hukum terkait pelarangan iklan rokok di internet. Hal ini menjadi salah satu upaya didalam pencapaian target penurunan prevalensi angka perokok menjadi 8,7 persen sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Pasalnya, hingga saat ini, belum ada regulasi terkait pelarangan iklan rokok di media internet.“Untuk mewujudkan hal tersebut, maka dibutuhkan payung hukum terkait pelarangan iklan rokok sehingga Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) selaku kementerian teknis memiliki dasar hukum yang kuat untuk melakukan pelarangan iklan rokok,” kata Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).Di satu sisi, Kak Seto mengapresiasi beberapa langkah kenaikan cukai rokok hingga Rp. 100.000 untuk mengurangi keterjangkauan harga rokok, khususnya bagi anak-anak.

Langkah lain yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan diterapkannya Kawasan Tanpa Rokok (KTR) untuk membatasi aktivitas merokok serta iklan, promosi dan sponsor rokok sebagai salah satu indikator Kota Layak Anak (KLA). Hal tersebut tentunya diharapkan dapat menurunkan angka perokok di kota tersebut.

LPAI, juga mengapresiasi langkah berani yang diambil oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk menurunkan iklan rokok khususnya di portal digital.

“Ke depannya, LPAI akan terus berupaya untuk menghentikan iklan rokok dan konten pornografi di semua bentuk media khususnya media digital mengingat perkembangan teknologi yang berkembang secara cepat sedangkan penggunaan media digital oleh anak-anak tidak lagi dapat dihindari,” pungkas Seto.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan pernah menyatakan kebijakan untuk menaikkan cukai hasil tembakau mempertimbangkan dari sisi kesehatan. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah berharap dengan kenaikan cukai ini dapat mengurangi jumlah perokok karena harganya semakin mahal.

“Maka hasil yang diharapkan dari kebijakan ini adalah dari sisi kesehatan. Kenaikan dari cukai hasil tembakau tersebut diharapkan akan mengendalikan konsumsi rokok, menurunkan prevalensi merokok, terutama pada anak-anak dan perempuan,” ujarnya saat konferensi pers secara virtual, Kamis (10/12/2020).

Sri Mulyani menjelaskan, prevalensi merokok secara umum diharapkan akan turun dari 33,8 persen menjadi 33,2 persen pada 2021.

“Lalu, prevalensi merokok untuk anak-anak usia 10 hingga 18 tahun akan tetap diupayakan diturunkan sesuai dengan target RPJMN. Saat ini, pada angka 9,1 persem akan diturunkan di 8,7 persen pada 2024,” katanya.

Dia menambahkan, besaran kenaikan harga jual eceran rokok di pasaran adalah sesuai dengan kenaikan dari tarif masing-masing kelompok.

Rinciannya yaitu untuk sigaret putih mesin atau SPM golongan 1 naik 18,4 persen, golongan 2A 16,5 persen, dan golongan 2B 18,1 persen.

Kemudian, Sri Mulyani menambahkan, untuk sigaret kretek mesin atau SKM golongan 1 naik 16,9 persen, golongan 2A 13,8 persen, dan golongan 2B 15,4 persen.

“Sementara, untuk industri rokok yang sangat padat karya yang buruhnya banyak sigaret kretek tangan atau SKT, cukai hasil tembakaunya tidak dinaikkan atau kenaikannya 0 persen,” pungkasnya.

KEMENKO PMK “LIMA POIN PENTING DALAM UPAYA PENGENDALIAN NILAI (PPN)

Ilustrasi GambarKementerian Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau KEMENKO PMK mengungkapkan akan memperketat penjualan hasil tembakau dalam waktu dekat, maka dari itu pemerintah akan merevisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.Terdapat lima poin yang akan menjadi...

IKLAN ROKOK MENGAKIBATKAN TINGGINYA PENGELUARAN JAMINAN KESEHATAN

Gambar ilustrasi-adminSatu batang rokok akan memperpendek usia sekitar lima setengah menit terhadap para perokok, merupakan hasil dari penelitian United States Public Health Service. Tingkat kematian orang yang merokok 10 sampai dengan 19 batang per hari 70% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.Masalah kesehatan seperti kanker sudah menjadi...

PERILAKU MEROKOK PADA ANAK PEREMPUAN DAN PENYEBABNYA

Ilustrasi GambarPerilaku merokok telah menjadi kebiasaan banyak orang, bahkan telah menjadi kebutuhan. Perilaku merokok saat ini sudah banyak dilakukan dari usia dini, tidak hanya bagi anak laki-laki, namun juga dilakukan oleh anak perempuan.Kebiasaan merokok pada anak ini tidak hanya berpengaruh negatif pada bidang kesehatan, namun juga pada hal ekonominya....

MELIHAT PERBANDINGAN REGULASI PENGENDALIAN ROKOK DI INDONESIA DENGAN NEGARA LAIN

Ilustrasi GambarPenggunaan rokok di Indonesia sudah tidak menjadi rahasia lagi, masalah ini bisa ditemukan di berbagai tempat, mulai dari tempat umum hingga transportasi umum. Melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor. 81 Tahun 1999 Tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan menjelaskan bahwa rokok yaitu hasil pengolahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau...

MENGENAL LOKASI KAWASAN TANPA ROKOK DALAM UPAYA PENGENDALIAN DAMPAK NEGATIF AKIBAT ROKOK

Ilustrasi GambarKebiasaan merokok sudah meluas di kelompok masyarakat dan cenderung mengalami peningkatan, maka dari itu perlunya Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan bahaya rokok, sehingga masyarakat khususnya remaja dan anak-anak terlindungi dan tidak lagi menjadi target sebagai perokok pemula. Kawasan Tanpa Rokok (KTR) wajib berada di...

Upaya Pengendalian Tembakau Perlu Kerjasama Lintas Sektoral

Gambar Ilustrasi-adminUpaya pengendalian tembakau memerlukan kerja sama dari lintas sektor baik yang mengarah pada kebijakan fiskal maupun non fiskal. Kerjasama Fiskal seperti menentukan tarif cukai rokok yang tinggi untuk menurunkan prevalensi secara signifikan dan menjaga penerimaan negara dari cukai. Non Fiskal seperti penetapan kawasan tanpa rokok secara masif dengan...

SAHKAN REVISI PERATURAN PEMERINTAH (PP) 109 TAHUN 2012 UNTUK MELINDUNGI ANAK DARI IKLAN ROKOK

Dokumentasi PribadiUpaya untuk segera mengesahkan Revisi PP 109/2012 tentang Pengamanan Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan dipandang sebagai salah satu bentuk perlindungan hak kesehatan anak.Revisi PP 109/2012 akan melindungi anak-anak Indonesia dari bahaya paparan rokok, promosi dan sponsorship dikarenakan dalam aturan tersebut berisi pelarangan total iklan promosi rokok.Sebagaimana...

IKLAN, PROMOSI DAN SPONSORSHIP ROKOK MELANGGAR HAK ANAK

Ilustrasi GambarDalam hubungannya dengan menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM), kegiatan penyiaran wajib mengedepankan jaminan atas informasi. Perlunya upaya kontrol dengan melarang atau tidak menyiarkan informasi yang membahayakan kualitas manusia baik dari segi kesehatan maupun intelektual.Promosi yang disiarkan melalui berbagai media, terbukti ampuh dan efektif dalam memperkenalkan, menginformasikan dan...