Catatan Akhir Tahun 2020

Catatan Akhir Tahun 2020

RILIS MEDIA

Siapkah Kita Mengantarkan Anak-Anak Kita Kembali ke Sekolah?

Refleksi akhir tahun 2020 Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, tahun 2020 ini merupakan tahun yang penuh tantangan bagi kita semua bahkan bagi seluruh penduduk dunia, dimana pandemi Covid-19 yang menghantam dunia sejak awal tahun 2020. Pandemi ini merubah tatanan kehidupan masyakarat di seluruh dunia. Manusia “dipaksa” untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru dalam menghadapi pandemi ini. Kita semua diharuskan menyesuaikan diri dengan kebiasaan hidup mengikuti protokol kesehatan demi terhindar dari penularan Covid-19.

Namun, pandemi ini tidak menyurutkan langkah LPAI untuk tetap memberikan pelayanan dan dukungan demi kepentingan terbaik anak-anak Indonesia. Pada tahun ini LPAI menerima sejumlah pelaporan kasus baik secara langsung maupun tidak langsung (online) dari masyarakat. Belum lagi kasus-kasus terkait anak yang tidak terlaporkan secara langsung atau terekspos oleh media.

Sungguh memprihatikan bahwa kondisi pandemi ini tidak menghalangi terjadinya berbagai hal yang tidak kita ingikan bersama terutama pada anak-anak. Dapat dimaklumi bahwa tidak mudah untuk beradaptasi dengan hal baru, bukan hanya untuk anak-anak, pun orang dewasa pasti mengalaminya. Perubahan situasi ini dapat membuat setiap orang mengalami stress.

Salah satu aspek kehidupan yang berubah sejak pandemi ini melanda adalah proses pendidikan anak di sekolah. Pandemi ini membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah harus dialihkan menjadi belajar di rumah Berbagai tantangan kerap dihadapi oleh guru, orang tua maupun anak itu sendiri selaku siswa. Kesiapan mental anak dalam belajar di rumah, kesiapan orang tua dalam membimbing anak belajar di rumah dan kesiapan prasarana untuk pembelajaran jarak jauh seperti komputer/smart phone dan jaringan internet. Karena tidak semua anak siap belajar di rumah baik secara mental maupun fasilitas dan  tidak semua orang tua siap menjadi “guru dadakan” punya kemampuan untuk mentransfer ilmu dengan baik kepada anak-anak. Tidak jarang kita temui terjadinya berbagai kasus kekerasan atau penganiayan yang disebabkan karena kejenuhan dari belajar melalui daring.

Saat ini, sejak hampir 9 bulan kita semua hidup berdampingan dengan pandemi. Tentu ada perasaan lelah dan bosan yang melanda. Anak-anak mulai bosan belajar di rumah, rindu ingin bertemu guru dan teman secara langsung. Orang tua mulai kelelahan mengajarkan anak-anak di rumah, keterbatasan kemampuan dan pengetahuan serta prasana membuat orang tua juga ingin kegiatan belajar bisa segera kembali berjalan normal. Namun, kekhawatiran resiko tertular Covid-19 yang pasti mengintai.

Siapkah kita mengembalikan anak-anak untuk belajar secara tatap muka?

Sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Menteri PPPA terkait pembukaan sekolah, semua pihak diharapkan dapat melaksanakan 5 Siap, yakni Siap Daerahnya, Siap Sekolah dan Gurunya, Siap Sarana Prasarananya, Siap Orang tuanya dan Siap Peserta Didiknya.

Untuk itu, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk saling menjaga dan melindungi hak anak. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Orang tua menjadi “rumah” yang nyaman dan bahagia bagi anak. Sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk menyampaikan pembelajaran yang baik bagi siswa. Pemerintah berkewajiban menyediakan infrastruktur yang memadai bagi kegiatan belajar mengajar baik itu di sekolah ataupun di rumah seperti misalnya jaringan internet yang memadai bukan saja di kota-kota besar bahkan juga di seluruh penjuru negeri ini. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah negara juga berkewajiban menyediakan layanan internet yang sehat tanpa pornografi dan iklan rokok. Karena belajar daring ini resiko anak-anak menjadi sasaran predator anak semakin besar. Anak-anak rentan menjadi korban dari jeratan pornografi dan iklan rokok.

Untuk itu, kita harus benar-benar menyiapkan dengan baik jika ingin mengembalikan anak-anak untuk belajar secara tatap muka dalam segala aspek. Atau pilihan terbaik yang LPAI rekomendasikan adalah agar anak-anak tetap belajar di rumah bersama dengan orang tua dengan riang gembira. Karena yang paling penting adalah pendidikan karakter dan membangun ketahanan keluarga demi terwujudnya generasi Indonesia yang lebih baik.

 

Jakarta, 31 Desember 2020

*Untuk download file klik : Download 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *