Kak Seto Sarankan Orang Tua Buat Suasana Menyenangkan Belajar dari Rumah

//Kak Seto Sarankan Orang Tua Buat Suasana Menyenangkan Belajar dari Rumah

Kak Seto Sarankan Orang Tua Buat Suasana Menyenangkan Belajar dari Rumah

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) merasa mendapat suntikan vitamin baru setelah menerima pernyataan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tentang tingginya data anak yang meninggal dunia akibat Covid-19.
Data terkini per tanggal 2 Agustus 2020 mencatat 1.519 kasus baru sehingga total kasus mencapai 111.455 kasus. Epidemiolog Iqbal Elyazar dalam wawancara dengan BBC Indonesia mengatakan bahwa Indonesia saat ini berada dalam situasi yang kritis dalam penyebaran virus korona. Prevalensi penyebaran virus corona di Indonesia saat ini berada di angka 12-15% yang artinya sangat mudah menemukan orang positif Korona di luar.
Dalam kondisi pandemi seperti ini maka kita semua perlu menelaah 4 hak dasar yang disebutkan dalam Konvensi Hak Anak, yaitu Non Diskriminasi, kepentingan terbaik, Hidup dan Berkembang, serta Penghargaan terhadap anak. Dalam situasi ini maka Hak Hiudp dan Berkembang-lah yang menjadi fokus utama kita. Membuka persekolahan untuk kembali melakukan tatap muka dipandang sebagai pelanggaran yag sangat keras atas Hak Hidup dan Berkembang anak.
Dalam Siaran pers Asosiasi Sekoalah Rumah dan Pendidikan Alternatif Indonesia (ASAH PENA) senin (10/08/2020), Ketua Umum LPAI Kak Seto menekankan bahwa Hak Sehat terhadap anak lebih diutamakan dari Hak pendidikan. KaK Seto juga mengajak seluruh orang tua untuk membuat susana belajar dari rumah menjadi menyenangkan.
“Jangan belajar di rumah, tapi belajar dari rumah. Kemudian orang tua juga harus sama-sama belajar, bukan malah menjadi bos untuk anak dengan menyuruhnya mengerjakan pelajaran sendiri. Orang tua harus membuat suasana belajar yang menyenangkan, membuat kreativitas baru seperti sambil bernyanyi, menggambar, membuat puisi dan lainnya” Ujarnya.
Lembaga perlindungan Anak Indonesia bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia, Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan dan Asosiasi Sekolah Rumah Dan Pendidikan Alternatif menghimbau :
• Masyarakat untuk bersabar dan menahan diri tidak meminta sekolah dibuka kembali untuk pertemuan tatap muka;
• Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud untuk segera menetapkan KURIKULUM DARURAT serta memberikan jeminan kenaikan kelas bagi anak-anak didik;
• Sekolah untuk memperkuat tri sentra pendidikan guna menyiapkan pendidikan yang berpihak pada anak dengan adaptasi kebiasaan baru;
• Semua pihak untuk benar-benar memahami dan menerapkan SE Kemendikbud nomor 4 tahun 2020 dan SKB Empat menteri demi melindungi anak-anak Indonesia.

Dalam surat edaran menjelaskan bahwa menilai anak belajar dari rumah adalah kualitatif. Sedangkan angka kualitatif tidak boleh mempengaruhi kenaikan kelas anak, jika itu terjadi maka sudah melanggar surat edaran.
“Marilah kita bersama-sama melidungi anak-anak kita, bersama dengan LPAI, IDAI, Kerlip dan ASAH PENA untuk mendapatkan hak sehat untuk anak. Ini memang tidak menyenangkan, tetapi inilah situasi yang mencemaskan yang dialami seluruh duniia” Ungkap Kak Seto.

By | 2020-08-04T11:48:34+07:00 August 4th, 2020|Berita|0 Comments

About the Author:

Avatar

Leave A Comment

%d bloggers like this: