Kasus Bullying Pelajar SMK di Kabupaten Bekasi Berujung Damai

//Kasus Bullying Pelajar SMK di Kabupaten Bekasi Berujung Damai

Kasus Bullying Pelajar SMK di Kabupaten Bekasi Berujung Damai

Kasus perundungan atau dialami oleh seorang siswi SMK 10 November Bekasi Jawa Barat.

Kejadian itu direkam oleh teman terduga pelaku yang sekolah di SMK Pusaka Nusantara 2. Video rekaman aksi bullying tersebut kemudian viral di media sosial.  Dalam video tersebut korban dipaksa meminta maaf, mencium kaki, dan ditarik dari sepeda motornya oleh seorang siswi SMP Mutiara Hikmah.

Bermula dari adu mulut di media sosial, korban meledek terduga pelaku di media sosial. Setelah viral, pihak kepolisian membujuk korban untuk menyelesaikan kasus tersebut secara hukum.

Kasus itu kemudian dilaporkan korban ke Polsek Tambun. Pelaporan dilakukan untuk membuat efek jera dan agar tidak ada lagi kasus perundungan di tengah pelajar.

Kapolsek Tambun Selatan AKP Gana mengatakan, korban sudah melakukan visum untuk memperkuat bukti laporan polisi tersebut.

Saat melakukan pelaporan ke polisi, NS, ibu dari korban menyatakan anaknya itu tak mau keluar rumah sejak video yang menampilkan dirinya viral di media sosial.

“Malu dia, enggak mau keluar karena video wajahnya kan viral di media sosial. Jadi dia malu,” ucap NS.

NS mengatakan, anaknya kini lebih suka mengurung diri di rumah. Dia malu keluar rumah lantaran wajahnya sudah terpampang di media sosial.

Komisioner Bimbingan Konseling Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi, Wulan Mayasari mengatakan akan memberi trauma healing kepada korban agar segera pulih.

Dengan trauma healing itu, dia berharap korban akan kembali ceria dan bisa melakukan aktivitas lainnya.

Setelah pihak kepolisian melakukan mediasi dengan melibatkan pihak sekolah dan, orangtua terduga pelaku, perekam video, dan korban di polsek tambun, kasus inipun berujung damai. Senin malam (27/07/2020).

Komisioner Bimbingan Konseling Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi, Wulan Mayasari mengataan, terduga pelaku maupun perekam video perundungan sudah minta maaf kepada korban. Korban dan orangtua korban juga sudah memaafkan perbuatan terduga pelaku tersebut. Terduga pelaku dan korban akan membuat surat perjanjian untuk berdamai.

Dikutip Kompas.com “Ya sebenarnya kasusnya sudah selesai, terduga pelaku dan perekam videonya sudah minta maaf dan buat surat perjanjian agar tidak melakukan lagi (kasus perundungan),” kata Wulan saat dikonfirmasi, Senin.

Wulan mengatakan, KPAD juga sudah memberi bimbingan konseling kepada terduga pelaku dan temannya yang kala itu merekam video perundungan agar tidak melakukan kasus serupa. KPAD telah memberi pemahaman kepada terduga pelaku bahwa melakukan kasus perundungan bisa dituntut secara hukum. “Saya telah beri pemahaman kalau kasus perundungan ini bisa ditempuh jalur hukum supaya jera juga mereka,” kata dia.

NS, orangtua korban menyampaikan telah ikhlas memaafkan terduga pelaku dan temannya.

By | 2020-07-28T13:21:18+07:00 July 28th, 2020|Berita|0 Comments

About the Author:

Avatar

Leave A Comment

%d bloggers like this: