Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Beri Tips Untuk Anak-Anak Indonesia, Agar Tidak Terpengaruh Lingkungan Perokok

//Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Beri Tips Untuk Anak-Anak Indonesia, Agar Tidak Terpengaruh Lingkungan Perokok

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Beri Tips Untuk Anak-Anak Indonesia, Agar Tidak Terpengaruh Lingkungan Perokok

Dalam Web Seminar peringatan Hari Anak Nasional yang digelar oleh Lembaga Perlindungan anak Indonesia (LPAI), Deputi Bid. tumbuh kembang anak KPPPA Lenny Durhayati Rosalin salah satu Narasumber dalam acara tersebut, memberi tips untuk para orang tua dan anak-anak indonesia.

“Orangtua harus melindungi anak-anak  yang merokok, anak yang merokok itu berawal dari orangtua yang merokok”. Ujarnya dalam webinar Hari Anak Nasional (20/07/2020).

Menurutnya, anak-anak tetap terlibat sebagai intervensi sejak tahun 2016. Kita bisa jadi pelopor bagi diri sendiri, keluarga, teman di masyarakat. Siapapun juga berhak melaporkan, berhak menjadi pelapor dan pelopor (P2P). Pelopor (agen perubahan) mereka berhak untuk mengintervensi perokok.

Pentingnya peran lingkungan terutama keluarga dalam pencegahan rokok pada anak. Orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anak mereka, karena perokok pasif memiliki resiko juga untuk menjadi perokok aktif. Prevalensi merokok terus meningkat dan penyumbangnya adalah anak-anak dan remaja.

“Pengaruhi teman-kalian untuk berenti merokok agar target kita di thn 2024 dapat terealisasikan. Perangi ini bersama-sama,  jangan sekali-kali  kalian memulai merokok yang sudah merokok maka berhentilah. Kota layak anak sangat perlu untuk anak-anak, presiden ingin sekali kota layak anak menjadi pembahasan penting”. Ungkapnya

Dalam presentasinya, Lenny Durhayati Rosalin juga berkesempatan berdialog langsung dengan beberapa peserta webinar. Dalam sesi tanya jawab Lenny memberi tips untuk anak-anak indonesia agar tetap berada dalam lingkungan bebas rokok, dan upaya pencegahan merokok bagi perokok.

“Bagaimana sih mencegah teman sendiri yang perokok? Jawabannya cegahlah dengan hal-hal yang posisif. Beri pengalihan topik, misalnya dengan mengajak teman bermain, belajar dan sebagainya. Misalnya dengan ajakan “kita main bola voli yuk” dengan begitu fokus mereka akan beralih dari merokok ke bermain”. Pesannya dalam materi webinar Hari Anak Nasional.

By | 2020-07-22T16:16:25+07:00 July 22nd, 2020|Berita|0 Comments

About the Author:

Avatar

Leave A Comment

%d bloggers like this: