Ayah Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri Di Malang

//Ayah Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri Di Malang

Ayah Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri Di Malang

Aksi bejad yang dilakukan oleh NS (45) pelaku pencabulan anak kadungnya sendiri. Peristiwa ii terjadi di Desa Kasri Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Pria  yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot di Kota Malang tersebut nekat melakukan pencabulan kepada anak kandungnya sendiri. Diketahui setiap satu pekan pelaku minta jatah bisa menyutubuhi anak kandungnya. Diketahui setiap satu pekan pelaku minta jatah bisa menyutubuhi anak kandungnya. Bahkan, aksi pencabulanya tersebut tidak hanya sekali dilakukan kepada korban berinisial IDF. Ia melakukannya sebanyak tiga kali dalam kurun waktu 2014 hingga 2020 atau sejak IDF berusia 13 tahun. Agar bisa terwujud , tersangka memaksa dengan mengirim pesan singkat kepada korban.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, tersangka sering mengirim pesan melalui SMS maupun WhatsApp kepada korban disaat menginginkan untuk berhubungan badan.

“tersangka sering mengirim pesan melalui SMS atau WA ke HP milik korban, dengan tujuan bahwa tersangka mau menyetubuhi korban”. Ujarnya

“Kasus ini terungkap setelah korban menceritakan ke ibunya dan akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres Malang”. Kata Hendri saat Konferensi Pers  di Mapolres Jalan Hmad Yani, Kepanjen, Kabupaten Malang. Kamis (9/7/2020).

Ironisnya, NS mengancam akan menghilangkan nyawa anaknya jika berani menceritakan tindakan tak terpuji tersebut ke istrinya, alis Ibu korban.

Tak hanya ancaman pembunuhan, pelaku juga sempat mengancam melakukan tindak kekerasan kepada korban dan tidak menafkahi istri dan keluarga. Dari peprbuatannya, tersangka dikenakan pasal 81 Ayat (1) dan (3) Juncto Pasal 76D, kemudian Pasal 82 Ayat 1 dan 2 Jo Pasal 76E UU Perlindungan Anak Nomor 23 tahun 2002 yang telah diperbaharui UU No.35 Tahun 2014. Ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun kurungan penjara.

Selain itu, tersangka juga dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 46 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan hukuman maksimal 12 tahun kurungan penjara.

By | 2020-08-24T15:09:52+07:00 July 13th, 2020|Berita|0 Comments

About the Author:

Avatar

Leave A Comment

%d bloggers like this: