Anak Dijadikan Video Tantangan, Ini Sikap KPAI

//Anak Dijadikan Video Tantangan, Ini Sikap KPAI

Anak Dijadikan Video Tantangan, Ini Sikap KPAI

Beredar video di media sosial pada Jumat (5/6/2020) yang memperlihatkan seorang anak perempuan yang diminta orangtuanya untuk mengambilkan barang di atas genteng rumah. Dalam video berdurasi 44 detik itu, terlihat pria yang mengarahkan anaknya sambil berjaga untuk mengambil barang yang mirip seperti bantal tersebut.

Anak perempuan tersebut terlihat diikatkan dengan seutas tali sebagai pengaman. Setelah berjalan perlahan di atas genteng dan mengambil barang yang diminta, si anak kembali ke arah orangtuanya sambil menangis.

Pengunggah video tersebut diketahui melalui akun Twitter bernama Anon, @jark_doke. Hingga kini, unggahan tersebut sudah ditonton sebanyak lebih dari 588.100 kali dan telah disukai sebanyak 18.100 kali oleh pengguna Twitter lainnya. Lantas, bagaimana tanggapan KPAI terkait video viral ini?

Tanggapan KPAI

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Sosial dan Anak, Susianah, sangat menyesalkan adanya video yang memperlihatkan anak yang disuruh orangtua untuk mengambilkan barang. Menurut dia, orangtua si anak telah melakukan pelanggaran UU Nomor 23 Tahun 2002.

“Dalam video tersebut, orangtua telah melakukan pelanggaran UU 23/2002, yakni masuk dalam kategori ‘memberi perlakuan salah dan melakukan kekerasan psikis’. Anak ketakutan dan menangis,” ujar Susianah saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (6/6/2020).

Susianah mengatakan, kondisi ini sangat berbahaya bagi tumbuh kembang anak di usia dewasa. Sebab, anak-anak usia 0-8 tahun masih kategori golden age di mana stimulasi orangtua dan lingkungan keluarga sangat mempengaruhi penanaman fondasi dalam diri anak. “Maka, perlakuan salah serta melakukan kekerasan (psikis) akan berdampak pada programing pikiran bawah sadar anak. Ia menangis dan hal tersebut mengakibatkan anak trauma,” ujar Susianah.

Susianah melanjutkan, efek trauma ini yang berbahaya, apalagi dalam masa anak-anak ketika tumbuh akan membawa trauma yang belum sembuh akan memiliki dendam pada orangtuanya.

“Anak yang mendapatkan kekerasan akan tumbuh menjadi anak dengan self image yang buruk terhadap diri dan lingkungannya,” ujar Susianah. Mengenai video viral itu, Susianah mengatakan, pihaknya akan menelusuri lokasi dan penanganan kasus kepada Pemerintah Daerah setempat.

“Ini KPAI masih koordinasi terkait lokasi video. Senin kami akan melakukan penanganan kasus tersebut dengan Pemda terkait,” ujar Susianah. Menurutnya, penelusuran lokasi saat ini baru diketahui melalui logat yang diucapkan oleh oknum dalam video. “Dari bahasa yang digunakan, lokasinya di Jawa, bisa Jatim atau Jateng. Tapi logatnya Jatim,” ujar dia.

Edukasi untuk orangtua

Di sisi lain, Susianah mengatakan bahwa dalam pengambilan video, tampak orangtua atau keluarga dengan sengaja melakukan penyorotan kamera dan menyebarkannya ke media sosial. Hal ini dinilai kurang pantas, karena dari dialog tersebut, anak sangat ketakutan dan orangtua atau orang dewasa yang ada di sekitar anak tersebut tampak menikmati kondisi anak yang ketakutan itu.

“Kami menyesalkan anak digunakan sebagai bahan lucu-lucuan. Video yang diambil dengan sengaja ini bukan video lucu atau video tantangan melakukan hal berbahaya bagi anak kecil,” ujar Susianah.

“Anak adalah orang yang lemah secara fisik dan mental, maka ia berhak atas perlindungan,” lanjut dia. Atas kejadian tersebut, pihak KPAI mengimbau sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak menjadikan anak sebagai bahan lucu-lucuan. Ia menghimbau kepada orangtua agar memberikan pengasuhan yang baik, melindungi anak dari tindak kekerasan dan perlakuan salah lainnya. Tak hanya itu, orangtua juga harus memiliki kecakapan dalam memberikan pengasuhan anak. “Pemerintah, pemerintah daerah, dan jajarannya bertanggung jawab dalam memperdayakan keluarga, khususnya pada penguatan pola pengasuhan yang baik,” ujar Susianah

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Video Viral Anak Diminta Ambil Bantal di Atap Rumah, Ini Tanggapan KPAI”, https://www.kompas.com/tren/read/2020/06/06/140300865/video-viral-anak-diminta-ambil-bantal-di-atap-rumah-ini-tanggapan-kpai.
Penulis : Retia Kartika Dewi
Editor : Virdita Rizki Ratriani

By | 2020-06-10T18:12:08+07:00 June 10th, 2020|Berita|0 Comments

About the Author:

Avatar

Leave A Comment

%d bloggers like this: