Peserta Webinar LPAI “Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2020” Membludak, Bukti Kesadaran Masyarakat Akan Bahaya Rokok Semakin Meluas

/, Reportase/Peserta Webinar LPAI “Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2020” Membludak, Bukti Kesadaran Masyarakat Akan Bahaya Rokok Semakin Meluas

Peserta Webinar LPAI “Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2020” Membludak, Bukti Kesadaran Masyarakat Akan Bahaya Rokok Semakin Meluas

Ibu Menteri sangat berharap, dengan forum berbentuk webinar ini, dapat saling membagi ide-ide baru terkait tema ini, dan juga saling mempererat bahkan memperluas jaringan kita yang nantinya akan menjadi kekuatan kita dalam melindungi anak dari bahaya rokok.

Acara Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 31 Mei, pada tahun 2020 ini digelar ditengah Pandemi covid-19. LPAI sebagai bagian dari jaringan anti tembakau, mengadakan Webinar dengan judul “Perlindungan Anak Dari Manipulasi Industri Rokok dan Penggunaan Rokok Serta Nikotin” dengan Keynote Speaker Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ibu I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si.

Narasumber-narasumber terdiri dari Kak Seto sebagai Ketua Umum LPAI, Bpk. Dr. Ir. Harry Hikmat, M.Si selaku Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI dan Bapak Fauzi Ahmad Noor dari The Union Indonesia. Webinar dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 31 Mei 2020 jam 10.00 pagi hingga selesai.

Acara webinar tersebut sukses digelar dengan dihadiri oleh LPAI daerah, Forum Anak Daerah, Jaringan Anti Tembakau yang tersebar diseluruh Indonesia, Para Akademisi, Pelajar, Masyarakat Umum dan dari berbagai instansi lainnnya.

Pada awal acara, ditayangkan video Aldi si perokok cilik yang telah direhabilitasi oleh Kak Seto, mengkampanyekan tentang bahaya rokok. Setelah penanyangan video pesan dari “Aldi”, langsung dilanjutkan dengan paparan dari Keynote Speaker Ibu Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si. Ibu Menteri memaparkan, bahwa perokok dengan usia 15-19 tahun meningkat 2 kali lipat dalam kurun 15 tahun dari 12% hingga 23 persen dari jumlah anak di Indonesia.

Diakhir pemaparannya, Ibu Menteri sangat berharap, dengan forum berbentuk webinar ini, dapat saling membagi ide-ide baru terkait tema ini, dan juga saling mempererat bahkan memperluas jaringan kita yang nantinya akan menjadi kekuatan kita dalam melindungi anak dari bahaya rokok.

Dari besarnya peserta yang mendaftar hingga melebihi kuota tempat yang disediakan, menunjukkan betapa besar dan kuatnya jaringan anti rokok. Diharapkan dengan semakin besar jaringan anti rokok, maka akan dapat tersampaikan pesan ke masyarakat tentang bahaya merokok, sehingga masyarakat dapat turut serta mengawasi iklan-iklan rokok yang merupakan pintu bagi anak-anak untuk mencobanya.

By | 2020-05-31T20:26:28+00:00 May 31st, 2020|Berita, Reportase|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment

%d bloggers like this: