LPAI Bebaskan Anak Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang

//LPAI Bebaskan Anak Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang

LPAI Bebaskan Anak Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang

Berawal dari diiming-imingi oleh “F” untuk bekerja sebagai karyawan rumah makan/kantin, korban ADS (15 th), pamit kepada ibunya pada tanggal 30 Januari 2020 main kerumah temannya untuk menginformasikan kesempatan kerja tersebut. Setelah beberapa hari, korban ADS tidak kunjung pulang dan ibunya mulai mengkhawatirkannya dan akhirnya ADS mengirimkan kabar melalui chat whatsapp bahwa korban berada ditempat karaoke didaerah Jakarta Barat.

Mendengar berita tersebut, keluarga korban melaporkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur. Mendapatkan laporan tersebut, pada tanggal 11 Februari 2020, keluarga korban dengan didampingi pihak P2TP2A Lampung Timur datang ke Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) untuk melaporkan kasus tersebut dan diterima langsung oleh Pengurus LPAI yaitu Kak Seto selaku Ketua Umum dengan didampingi oleh Kak Henny yselaku Pengurus lainnya

Menerima laporan tersebut, Komisioner langsung memerintahkan pada hari itu juga kepada tim advokasi dan pendampingan kasus untuk segera ke kepolisian Jakarta Barat agar anak tersebut dapat dijemput untuk dikembalikan kekeluarganya dan juga meminta agar pelaku dapat dihukum dengan dasar Undang-Undang Perlindungan Anak. Atas perintah Komisioner, maka tim dari LPAI langsung bergerak bersama pelapor ke Polres Kalideres. Setelah sampai di Polres Kalideres dan membuat laporan, pihak Kepolisian Kalideres menyarankan agar pelapor untuk datang ke Polda Metro Jaya dikarenakan ternyata keberadaan korban berada di daerah Tangerang.

Proses Penangkapan

Pada hari rabu tanggal 12 Februari 2020, keluarga korban sekaligus pelapor didampingi oleh pihak P2TP2A DKI Jakarta dan P2TP2A Lampung Timur melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya pada sekitar pukul 14.00 WIB. Atas laporan tersebut Unit I, Kasubdit  Remaja dan Anak-anak dan Wanita (Renata). Dengan dipimpin Kanit Bapak Yosef bersama anggotanya, dilakukan penggerebekan di lokasi Karaoke & Kafe “MB” didaerah Kamal, Kecamatan Kalideres Jakarta Barat pukul 21.30.

Dalam proses penggerebekan tersebut, Kepolisian Metro Jaya, berhasil mengamankan 7 orang wanita yang bekerja sebagai pemandu lagu dan 3 orang Pria. Pada penggerebekan tersebut, diamankan juga sebilah senjata tajam berupa Golok dan beberapa alat kontrasepsi.

Diantara 7 wanita yang diamankan. dua diantaranya masih kategori anak yaitu ES (17 tahun) dan ADS (15 tahun) sebagai korban yang dilaporkan ke LPAI, sedangkan perempuan lainnya berusia diatas 18 tahun. Hingga berita ini diturunkan, 13 Februari 2020 jam 14.00, korban dan terlapor masih dalam pemeriksaan.

Selama pemeriksaan berlangsung, korban ES dan ADS terus didampingi oleh pihak pihak LPAI dan P2TP2A. Pihak LPAI akan mengawal kasus ini agar pelaku dapat dihukum seberat-beratnya agar tidak terjadi lagi menggunakan anak dibawah umur sebagai pekerja seks komersial.

By | 2020-02-13T12:26:47+00:00 February 13th, 2020|Reportase|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment

%d bloggers like this: