Anak-anak Kian Akrab dengan Layar Digital

//Anak-anak Kian Akrab dengan Layar Digital

Anak-anak Kian Akrab dengan Layar Digital

Koran Tempo, hal. 12 – Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi waktu yang dianjurkan.

Para peneliti di National Institutes of Health (NIH) Albany dan New York University Langone Medical Center, Amerika Serikat, menunjukkan fakta menarik bahwa “kecanduan” anak-anak terhadap perangkat digital meningkat. Hal ini terlihat dari waktu yang mereka habiskan di depan layar digital.

Ada peningkatan jumlah waktu cukup signifikan yang dihabiskan anak-anak di depan televisi atau komputer serta telephone seluler yang disebut dengan screen time. Sejak usia 12 bulan, anak-anak sudah akrab dengan layar digital. Waktu yang dihabiskan pada usia itu 53 menit. Lalu bertambah menjadi 150 menit pada usia 3 tahun. Adapun yang tertinggi adalah pada usia 8 tahun. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal JAMA Prediatrics, pekan lalu.

“Hasil ini menunjukkan kebiasaan anak-anak berada di depan layar digital dimulai sejak usia dini.” kata penulis senior penelitian ini dan peneliti di cabang epidemiologi Eunice Kennedy Shriver National Institue of Child Health and Human Development (NICHD) NIH, Edwina Yeung.

Peneliti di NICHD menganalisis data dari Upstate KIDS Study. Data itu awalnya ditunjukan untuk melihat perkembangan anak setelah menjalani perawatan infertilitas di New York pada 2008 hingga 2010. Para ibu dari 4.000 anak menjadi obyek penelitian ini. Mereka diminta menjawab pertanyaan mengenai kebiasaan anak ketika berusia 12, 18, 24, 30 dan 36 bulan.

Mereka juga diminta menjawab pertanyaan serupa ketika sang anak berusia 7 dan 8 tahun. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar anak di bawah 18 bulan menghindari paparan media digital. Untuk anak umur 18-24 bulan diperkenalkan secara bertahap, dan dibatasi waktunya menjadi 1 jam sehari untuk anak usia 2-5 tahun.

Hasilnya, para peneliti menemukan 87 persen anak-anak menghabiskan waktu di depan layar digital melebihi rekomendasi itu. Namun, pada usia 7 dan 8 tahun, waktunya turun menjadi di bawah 1,5 jam per hari. Para peneliti yakin penurunan ini terkait dengan waktu yang harus mereka bagi dengan kegiatan di sekolah.

Para peneliti kemudian membagi anak-anak menjadi dua kelompok berdasarkan pada waktu rata-rata yang mereka habiskan di depan layar digital per hari pada usia 1-3 tahun.

Pada kelompok pertama, 73 persen peningkatannya rendah, yakni dari rata-rata 51 menit menjadi 1 jam 47 menit sehari. Adapun untuk kelompok kedua, 27 persen peningkatannya sangat tinggi, yakni dari 37 menit menjadi sekitar 4 jam sehari.

Tingkat pendidikan orang tua yang lebih tinggi diduga terkait dengan peluang insklusi yang lebih rendah pada kelompok kedua. Selain itu, anak perempuan lebih banyak di kelompok pertama dibandingkan dengan anak laki-laki. Adapun anak-anak dari ibu yang baru pertama kali melahirkan ada kemungkinan berada dalam kelompok kedua.

Para peneliti juga mengklasifikasi anak-anak menjadi persentil berdasarkan total waktu harian mereka. Anak-anak lebih mungkin berada di persentil ke 10 atau tertinggi jika orang tua mereka hanya tamatan sekolah menengah atas atau anak-anak dari ibu yang baru mempunyai satu anak.

Dibandingkan dengan anak tunggal, anak kembar cenderung menjadi bagian dari kelompok dengan waktu tertinggi. Begitu pula dengan anak-anak yang diasuh bukan oleh orang tuanya, mereka menghabiskan waktu di depan layar digital dalam kelompok kedua.

Waktu di Depan Layar

SCREEN time atau waktu di depan layar adalah istilah untuk menunjukkan jumlah waktu yang dihabiskan, terutama anak-anak, di depan layar digital, seperti ponsel, komputer, televisi, atau konsol permainan. Studi menunjukkan anak-anak yang terlalu lama di depan layar digital ini berdampak langsung pada perkembangan kesehatan mental dan fisik. Efek positif ataupun negatif dipengaruhi oleh level dan konten paparan.

Rekomendasi American Academy of Pediatrics

45% anak-anak 10-12 tahun memiliki ponsel pintar sendiri dengan layanan internet.

Anak-anak 3-5 tahun menghabiskan 2 jam lebih di depan layar digital setiap hari.

Di bawah usia 18 bulan, anak-anak jangan diperkenalkan pada perangkat digital.

75% anak-anak bermain kurang dari 1 jam di luar rumah.

2-5 tahun batasi paparan layar digital 1 jam sehari dengan konten khusus anak-anak.

6 tahun ke atas, pastikan penggunaannya tak mengganggu waktu tidur dan aktivitas fisik.

Efek buruk: Obesitas, Insomnia, Sakit mata, Imajinasi rendah, Tak sabaran, Sulit konsentrasi, Sulit bergaul dan Kurang empati.

Cara mengontrol:

  1. Beri contoh baik: anak mencontoh kebiasaan orang tua.
  2. Perhatikan waktu: jangan sampai anak dilepas tanpa kontrol waktu.
  3. Biasakan bergerak: dorong anak agak lebih giat melakukan aktivitas fisik.
  4. Atur jadwal pemakaian: beri tahu anak mengenai batas pemakaian gadget.
  5. Kumpul bersama: ajak anak makan bersama atau melakukan aktivitas lain.
  6. Hindari gadget di kamar: kamar adalah tempat untuk tidur, bukan bermain gadget.
  7. Ajak bermain di laur: ajari anak bahwa bermain di luar rumah juga menyenangkan.
  8. Izinkan bila dibutuhkan: komputer tak selamanya buruk, terutama untuk menyelesaikan pekerjaan rumah.
  9. Matikan TV: mematikan televisi adalah cara terbaik untuk mengurangi waktu di depan layar.
  10. Jangan lemah: mendisiplinkan anak terkadang sulit, tapi jangan pernah menyerah.

 

By | 2019-12-05T06:40:43+07:00 December 5th, 2019|Berita|0 Comments

About the Author:

Avatar

Leave A Comment

%d bloggers like this: